Ketika Ribuan Burun「Baccarat Forum」g Pipit Mendadak Berjatuhan di Bali...

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bagaimana dengan taruhannya

Ia mBaccarat ForumeBaccarat ForumnduBaccarat Forumga penyeBaccarat Forumbabnya adalaBaccarat Forumh mereka tak kuat melawan cuaca esktrem, berupa hujan dan angin kencang yang merupakan peralihan musim kemarau menuju musim hujan.

"Saya lihat ke kuburan, anak-anak sudah banyak yang mengambil-ambil burung itu. Saya lihat ada banyak burung di bawah pohon, ada yang mati, ada yang masih hidup," kata Sutika kepada Kompas.com, Jumat (10/9/2021).

"Memang kekuatan burung berbeda dengan kekuatan lainnya," kata Santiarka.

"Jadi dugaan saya adalah burung-burung tersebut keracunan dari pestisida," kata Prawono. (Sumber: Kompas.com/ Penulis: Kontributor Bali, Ach Fawadi | Editor: Robertus Belarminus)

Baca juga: Ribuan Burung Pipit Berjatuhan di Bali, Ini Dugaan Penyebab dan Analisanya

KOMPAS.com - Ribuan burung pipit berjatuhan di Bali, tepatnya di Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.

Baca juga: Aneh, Ribuan Burung Pipit Berjatuhan di Kuburan di Bali, Apa Penyebabnya?

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kabupaten Gianyar, Made Santiarka menyebutkan bahwa peristiwa burung berjatuhan adalah fenomena alam.

Sutika memperkirakan burung-burung yang berjatuhan itu mencapai ribuan ekor.

"Jadi, sebuah hal yang aneh juga kalau melihat kondisi burung-burung seperti itu (berjatuhan). Artinya, kita tidak tahu, (apa) jatuh langsung, kita juga tidak tahu. Ini baru pertama yang saya ketahui," kata Meruanto, Kamis (9/9/2021).

Menurutnya, cuaca ekstrem itu mennyebabkan hujan lebat sehingga memicu tekanan udara rendah. Dengan tekanan udara rendah, burung-burung pun enggan lari dan memilih diam. Akibatnya mereka basah kuyup dan sakit hingga mati.

Dugaan penyebab lain disampaikan Prawono. Menurutnya, bisa jadi burung berjatuhan dan sebagian mati akibat keracunan pestisida.

Sebab, berdasarkan penyelidikan tim BKSDA di Desa Pering, banyak warga menggunakan pestisida nonalami.

Hal tersebut awalnya diketahui oleh seorang warga bernama Kadek Sutika yang kala itu sedang menuju rumah temannya mengendari motor pada Kamis (9/9/2021) pukul 08.00 Wita.

Kasubah Tata Usaha Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) bali Prawono Meruanto mengatakan, fenomena ribuan burung berjatuhan itu adalah peristiwa aneh dan baru pertama kali terjadi di Bali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email